Movie Review: Suicide Squad

Sesudah menonton trailer menunjukkan tim Superbad paling eklektik DC membuang zingy satu-liners & jalankan stunts liar utk lagu Ratu “Bohemian Rhapsody,” Kamu harapkan Suicide Squad jadi menyenangkan, bermain-main subversif dipindah ke kehidupan bersama neon-laced gaya.
& pasti utk aksi perdana dari film. Dari sana, dirinya kehilangan magnet lucu & jadi sesuatu yg akrab, tidak dengan kegirangan, &, paling buruk dari seluruh, diprediksi. Ada sekian banyak aspek menyenangkan, pertunjukan menonjol yakni tertentu dari pemain bertabur bintang, tetapi itu tak pass utk mempermudah plot bersemangat.

Hard-ass Amanda Waller menyaksikan kehadiran Superman sbg panggilan bangun. Ia memakai rasa takut kekuasaannya menanamkan menggertak Pemerintah AS ke membiarkan dirinya merakit Task Force X, sekelompok penjahat paling buruk mereka dipenjara.

Tujuannya yakni buat mengirim tim kepada misi bunuh diri pada ancaman nomor wahid bertenaga dgn imbalan kala off kalimat yg agak panjang mereka. Dgn begitu, film memasuki peregangan yg paling baik seperti yg kita isyarat intro gaya buat hitman-untuk-menyewa Deadshot (Will Smith), kekerasan & Joker-terobsesi Harley Quinn (Margot Robbie), hitam-sihir penyihir Enchantress (Trik Delevingne), tatted- up pyro El Diablo (Jay Hernandez), buaya manusia pembunuh Croc (Adewale Akinnuoye-Agbaje), & tumpukan Australia bermanfaat Captain Boomerang (Jai Courtney).

Meski film ini tidak ingin cobalah buat menuturkan kenapa keterampilan masing-masing anggota yg bernilai, Kamu mampu menyaksikan kenapa maksud sesuai Deadshot ini, Harley bawah intel, kemampuan mengerikan Croc & sisanya bakal jadi bekal terhadap misi, tetapi Boomer menonjol yang merupakan amat tak patut. Dalam buku komik oleh John Ostrander & Lukas McDonnell, antagonis, kepribadian scummy nya ialah sorot lucu & beliau membuktikan dia di medan perang dgn bumerang mematikan, namun film yg memakai mungil seperti ia itu heran beliau termasuk juga sama sekali.

News Reporter

Leave a Reply